Monday, May 9, 2016

penjelasan rukun islam dan rukun iman




PENJELASANNYA DARI RUKUN ISLAM DAN IMAN
Segala sesuatunya mempunyai rukun atau hal pokok yang telah mendasari hal tersebut. Begitupun juga dengan persoalan keimanan, maka itu juga mempunyai pokok-pokok yang sudah menjadi asas dari bagian-bagiannya. Seperti yang telah kita ketahui bahwa untuk rukun iman tersebut ada 6 (enam) yakni: Iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitabNya, Iman kepada para Rasul, Iman kepada hari Akhir dan Iman kepada Takdir.
Adapun dalilnya dari firman Allah Swt:
Artinya : “Bukannlah menghaddapkan wajahhmu ke arah timur dan barrat itu suatu kebajjikan, akan tettapi sesungguhnya kebbajikan itu ialah beriiman kepada Allah, hari kemuddian, malaikat-malaikat, kittab-kittab, nabbi-nabi ..” (QS Al Baqarah: 177).
Begitupun dikuatkan dengan Hadits Rasullullah Saw yang bersabda didalam sebuah hadist ketika menjawab sebuah pertanyaan dari Malaikat Jibril As mengenai keimanan bahwa keimanan adalah engkau yang beriman kepada Allah, dan parra MalaikattNya, dan Kittab-kitabNya, dan Parra RasulNya, dan Hari Akhir, dan engkau yang beriman kepada takkdir baik yang baikk maupun yang burruk (HR Muslim darri Sahabat ‘Umar Ra’)
6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam serta Penjelasannya

Pengertian Rukun Iman
Sebelum kita masuk membahas setiap poin rukun iman maka ada baiknya kita mengartikan terlebih dahulu seperti apa pengertian rukun iman. Kata “Rukun” yang terdapat dalam rukun iman merupakan landasan, dasar atau asas. Berarti ada 6 hal yang disebutkan pada rukun iman ialah landasan dan dasar utama didalam beragama. Tanpa adanya keenam hal tersebut maka kita masih belum sempurna dalam beragama islam. Mengapa demikian? Dikarenakan semua rukun islam ini saling berhubung. Kalau kita mempercayai kepada Allah maka kita wajib untuk mempercayai rasul dan begitupun sebaliknya. Seperti yang telah difirmankan oleh Allah didalam surat Annisa pada ayat ke 59 yaitu:” Atiullha Wa’Ati’urrosuula..” yang memiliki arti bahwa “ikutillah Allah dan ikuttilah Rasul..” . Pada ayat itu bisa kita mengambil maknanya bahwa kita tidak dapat mempercayai salah satunya, semisal hanya sekedar mempercayai Allah saja, akan tetapi tak mempercayai rasulnya ataupun sebaliknya. Sehingga kesimpulannya ialah kalau kita mengaku beriman untuk Allah maka imanilah atau percaya juga rasulnya dan ikutilah pada setiap perintahnya, serta beriman juga pada setiap rukun yang terdapat dalam rukun iman supaya Islam kita bisa sempurna.
Kata “Iman” dalam bahasa ialah membenarkan atau percaya. Sedangkan untuk kata “iman” dalam istilah syar’i yakni keyakinan didalam hati, perkataan yang ada di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan menjalankan ketaatan dan berkurang dengan maksiat.
Kalau kita menghubungkan keduanya maka arti dari rukun iman ialah landasan atau dasar-dasar yang mesti kita yakini dalam hati pada setiap muslim dan bisa dibuktikan dalam lisan serta perbuatannya dalams sehari-hari.
Adapun penjelasan mengenai rukun islam yakni sebagai berikut:
1. Rukun Iman kepada Allah
Tidaklah ada seseorang mengatakan beriman kepada Allah sampai dia mengimani 4 perkara yakni:
– Mengimani bahwa adanya Allah Swt
– Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada lagi yang menguasai, mengatur dan mencipta alam semesta terkecuali Allah
– Mengimani pada uluhiah Allah bahwa tak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan meniadakan segala sesembahan selain Allah Swt.
– Mengimani untuk semua dan segala sifat Allah yang Allah sudah tetapkan untuk diriNya dan yang Nabi Muhammad Saw yang telah tetapkan untuk Allah, serta selalu menjauhi Tahrif, takyif, tamtsil dan tathil.
2. Rukun Iman kepada Para Malaikat
Adapun maksud kita wajib untuk membenarkan bahwa para malaikat tersebut memiliki wujudnya dimana Allah Swt telah menciptakan mereka dari cahayaNya. Mereka ialah makhluk dan hamba Allah yang senantiasa patuh dan beribadah selalu kepadaNya. Allah Swt berfirman:
Artinya: “Dan malaikkat-malaikat yang di sisiNya, merekka tiada memiliki rasa anggkuh untuk menyyembahNya dan tiada (pula) merassa letih. mereka sellalu bertasbih malam dan sianng tiada henti-henttinya” (QS. Al-Anbiya: 19-20)
Kita mesti wajib untuk mengimani secara rinci pada setiap malaikat yang kita sudah ketahui namanya semisal Jibril, Mikail dan Israil. Adapun yang kita tak ketahui namanya maka kita mengimani hal tersebut secara universal. Diantara bentuk beriman kepada mereka ialah mengimani pada setiap tugas dan amalan mereka yang tersebut didalam Al-Quran dan hadits yang sahih, semisal mengantar wahyu, mencabut nyawa, menurunkan hujan dan seterusnya.
3. Rukun Iman kepada kitab-kitab Allah
Kita mengimani bahwa untuk seluruh kitab Allah ialah kalamNya, dan kalamullah itu bukanlah makhluk karena kalam merupakan sebuah sifat Allah dan sifat Allah itu bukanlah makhluk
Kita juga mesti wajib dalam mengimani secara merinci untuk semua kita yang namanya telah disebutkan didalam Al-Quran semisal taurat, injil, zabur, suhhuf ibrahim dan suhhuf musa. Sementara yang tak kita ketahui tentang namanya maka kita hanya bisa mengimaninya secara universal bahwa Allaw Swt memiliki kitab lain selain daripada apa yang telah diterangkan untuk kita. Secara khusus mengenai Al-Quran bahwa kita hanya wajib mengimani bahwa dia adalah penghapus hukum dari semua kitab suci yang telah turun sebelumnya. Sesuai dengan firman Allah Swt:
Artinya: “Dan kammi telah turrunkan kepadamu Al-Quran dengan memmbawa kebennaran, membenarkan apa yangg sebbelumnya, yaitu kitab-kittab (yang diturunkan sebellumnya) dan batu ujian terhaddap kitab-kittab yang lain itu.”(QS Al-Maidah:48).
4. Rukun Iman kepada para nabi dan rasul Allah
Penjelasan tentang rukun iman yang keempat yakni mengajak kita untuk mengimani bahwa terdapat diantara laki-laki yang ada dikalangan manusia yang telah dipilih oleh Allah Swt menjadi perantara untuk diri-Nya bersama dengan para makhluknya. Namun, mereka semua tetaplah menjadi manusia biasa yang sama sekali tidak memiliki sifat-sifat dan hak-hak persoalan ketuhanan, karenanya dengan menyembah para nabi dan rasul ialah kebatilan yang nyata.
Wajib mengimani berarti semua wahyu nabi dan rasul tersebut itu benar dan memiliki sumber dari Allah Swt. Karena itu siapa saja yang telah mendustakan kenabian dari salah seorang diantara mereka maka itu sama saja bahwa dia telah mendustakan semua nabi yang lainnya. Karena itu Allah Swt mengafirkan nasrani dan yahudi tatkala tidak mengimani kepada Nabi Muhammad aw dan Allah telah mendustakan untuk keimanan mereka kepada Isa dan Musa As, karena itu mereka tak beriman kepada Nabi Muhammad Saw.
Juga wajib untuk mengimani secara merinci pada setiap nabi dan rasul yang telah kita ketahui namanya. Sementara yang tak kita ketahui mengenai namanya maka kita mesti wajib untuk mengimaninya secara menyeluruh. Seperti Firman Allah Swt:
“Sesungguhnya Kami tellah memberikan wahhyu kepadammu sebagaimanna Kami tellah memberikan wahhyu kepada Nuh dan Nabi-nabi yang kemmudiannya, dan Kami tellah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub dan anakk cuccunya, ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berrikan Zabur kepadda Daud” (QS. An Nisa:163).
“Dan sesunggguhnya telah Kammi utus bebberapa orang rasul sebbelum kamu, di antara mereka ada yangg kami cerritakan kepadammu dan diantara mereka ada (pula) yang tiddak Kami Ceritakan kepaddamu” (QS. Mu’min:78).
5. Rukun Iman kepada Hari Akhir
Disebut sebagai hari akhir sebab dia merupakan hari terakhir untuk dunia ini, tak ada lagi untuk hari esok. Hari akhir merupakan hari dimana Allah Swt telah mewakafkan untuk seluruh makhluk yang masih hidup pada saat itu kecuali yang Allah perkecuallikan, lalu mereka semua akan dibangkitkan untuk bisa mempertanggungjawabkan amalan yang telah mereka lakukan. Allah Swt berfirman:
” sebaggaimanan Kami telah memmulai penciptaan perrtama begitulah Kammi akan mengulangiinya, janji dari Kami, sesunggguhnya Kami passti akan melakukannnya.” (QS. Al-Anbiya: 104)
“Maka demmi Tuhanmu, merreka (pada hakekatnya) tidak berriman hinggga mereka menjjadikan kamu hakkim terhadap perkara yangg merekka perselisihkkan, kemudian merreka tidak merassa dalam hati merreka sesuatu keberratan terhaddap putussan yang kammu berikan, dan merreka menerimma dengan sepennuhnya.” (QS. An Nisa:65)
Inilah makna dari rukun iman Hari Akhir secara khusus, meskipun pada dasarnya bahwa beriman kepada hari akhir itu meliputi 3 perkara, dimana siapa saja yang akan mengingkari salah satunya maka pada hakikatnya dia tak beriman untuk hari akhir. Ketiga perkara tersebut adalah:
– Mengimani untuk semua yang akan terjadi di Alam Barzakh yakni alam diantara akhirat dan dunia berupa fitnah kubur oleh 2 malaikat, nikkmat kubur untuk yang lulus dari fittnah, dan siksa kubur untuk mereka yang tidak selamat darinya.
– Mengimani untuk tanda-tandda hari kiamat, baik itu tanda-tanda kecil yang jumlahnya pulluhan, maupun tanda-tandda besar yang para ulama sebuttkan jumlahnya ada 10 yang diantaranya: munculnya seorang imam Mahdi, keluarrnya Dajjal, turrunnya nabi Isa As, keluarrnya Ya’juj dan Ma’jun dan seterrusnya sampai terbitnya matahhari dari sebelah barat.
– Mengimani untuk semua yang akan terjadi sesudah kebangkitan. Dan kejadian tersebut jika mau disistematiskan yakni: kebangkitan lalu berdiri di area padang mahsyar, kemudian telaga, lalu di hisab atau (tanya jawab dan pembagian kitab), mizan atau (penimbangan amalan), sirath, nerraka, qintharah atau (titian kedua sesudah shirath), dan yang terakhir ialah surga.
6. Rukun iman kepada takdir yang baik dan yang buruk.
Maksudnya disini bahwa kita wajib untuk mengimani bahwa semua yang telah Allah Takdirkan, apakah itu kejadiannya baik dan buruk maka itu semual bersumber dari Allah Swt. Beriman kepada takdir Allah tersebut tidak teranggap sempurna sampai mengimani 4 perkara.
– Mengimani bahwa memang Allah Swt mengimani segala sesuatu tentang kejadian, yang buruk maupun baik. Bahwa Allah telah mengetahui segala kejadian yang sudah berlalu, yang sedang terjjadi, dan yang belum terjadi, serta semua kejadian yang tak terjadi seandainya terjjadi maka Allah mengetahuinya bagaimana itu terjadi.
Allah Swt berfirman:
“Agar kamu menggetahui bahwasannya Allah Maha Kuasa atas seggala sesuatu, dan sesungguhnnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputti segala sesuatu” (QS Ath-Thalaq:12)
– Mengimani bahwa Allah Swt sudah menuliskan segala takdir dari makhluk yang ada di lauh al-Mahfuzh, 50 ribu tahun sebelumnya dia mencipptakan bumi dan langit.
Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash Ra dia telah berkata: Sayya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda:
“Allah tellah menuliskan takkdir bagi semua makhhluk 50.000 tahun sebellum Allah menciptakan langgit dan bumi” (HR. Muslim No.4797).
– Mengimani bahwa tak ada satupun gerakkan dan diammnya makhluk dilangit, dibumi dan diseluruh allam semesta kecuali semuanya baru terjadi sesudah Allah menghendaki. Tidakklah makhhluk bergerrak kecualli dengan kehenndak dan izinNya, sebaggaimana tidaklah merreka diam dan tidakk bergerak keccuali sesudah ada kehenda dan izzin dari-Nya.
Allah Swt berfirman yang berarti “Dan Kammu tidak dappat menghendakki (mengerjakan sesuatu) keccuali apabila dikehhendaki Allah, Tuhan semesta allam” (QS. At-Takwir:29)
– Mengimani bahwa untuk seluruh makhluk itu tanpa terkecuali, zat mereka beserta untuk seluruh sifat dan perbuatan mereka ialah makhluk ciptaan Allah Swt.
Rukun Islam dan Penjelasannya
1. Rukun Islam: mengucapkan dua kalimat syahadat
Asyhadu alla ilaha illallah wa Asyhadu anna Muhammaddarrasuulullahh.
Berarti: “Aku berssaksi Tiada Tuhan yang berhhak disembah selain Allah dan aku bersakksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
dalam kalimat syahadat ini menggambarkan bahwa kita sebagai hamba mesti melakukan pernyataan atas dirinya sendiri bahwa secara totalitas kediriannya adalah untuk Allah dan Rasullnya. Kata “Bersaksi” dalam kalimat tersebut menegaskan bahwa kita hammba Allah, karena dalam surat Al-Araf 172 (Bukankah aku Tuhanmu, benar engkau Tuhan kami) menjelaskan bahwa sebelum kita lahir kita sudah melakukan persaksian kepada Allah Swt, sehingga ketika kita telah lahir maka kita mesti mengaktualkan kalimat syahadat tersebut. Begitupun dengan kata “Muhammad” itu menjelaskan bahwa sebenarnya bukan Muhammad secara khusus akan tetapi untuk seluruh pembawa kebenaran, yang terpuji.
2. Rukun Iman mendirikan Sholat
Sebagai umat islam tentunya kita berkewajiban dalam mendirikan Sholat sehari dan semalam dengan 5 waktu, yang dimulai dari sholat subuh, zuhur, ashar, magrib dan Isya. Sholat mempunyai kedudukan yang agung didalam Islam, hal tersebut dapat kita melihat dari adanya keutamaan Sholat tersebut yaitu sebagai berikut:
Dari segi bahwa Shalat itu berarti “Doa”. Seperti firman Allah Swt
“Dan menddoalah unttuk mereka. Sesungguhnya doa kammu itu (menjadi) ketentteraman jiwa baggi mereka. Dan ALlah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At Taubah:103).
– Sholat ialah kewajiban yang paling utama sesudah dua kalimat syadat dan merupakan menjadi salah satu rukun Islam.
– Sholat itu merupakan pembeda antara kafir dan muslim
Nabi Muhammad Saw pernah bersabda bahwa “Sesungguhnya battasan antara seseorang denggan kekafiran dan kesyirrikan adlaah shalat. Barangsiapa menginggalkann shalat, maka ia kaffir” (HR Muslim).
– Sholat merupakan tiang agama dan agama seseorrang tidak teggak kecuali dengan menegakkan sholat.
– Amalan yang perttama kali akan dihissab pada hari kiammat.
Nabi Muhammad Saw bersabda bahwa “Sesungguhnya ammal hamba yang pertamma kali akan dihisab padda hari kiammat adalah shallatnya. Jika shalatnya baik maka dia akan memperoleh keselamatan dan keberuntungan. Jika sholatnya rusak maka dia akan merugi dan menyesal. Kalau ada yang kurang darri shala wajibnya, Allah Swt mengatakan “lihatlah apakah pada hamba tersebut mempunyai amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan bisa menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu pun juga amalan lainnya seperti itu.” Dalam riwayat lainnya, “Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalann lainnya akan dihissab seperti itu pula” (HR Abu Daud)
3. Rukun Islam : Membayar zakat
Jika kita melihat dari bahasanya, kata “zakat” itu berasal dari “zaka” yang berarti bentuk mashdar yang memiliki arti: Tumbuh, suci, baik, bersih dan berkah. Zakat menurut dari istilah (syara’) berarti sesuatu yang wajib hukumnya diberikan dari sekumpulan harta benda tertentu, menurut ukuran dan sifat tertentu kepada golongan tertentu yang berhak untuk menerimanya dengan memiliki syarat tertentu pula.
Allah sudah memerintahkan pada setiap muslim yang mempunya harta mencapai nisab untuk bisa mengeluarkan zakat hartanya pada setiap tahun. Ia berikan kepada yang memang berhak untuk menerimanya dari golongan fakir serta selain mereka yang zakat bisa diserahkan untuk mereka sebagaiman firman Allah Swt:
“Dan dirrikanlah shalat, tunaikannlah zakat dan ruku’lah beserrta orang-orang yanng ruku'”(QS. Al Baqarah:43)
“Ambillah Zakat darri sebaggian harrta mereka, dengan zakkat itu kammu membersihhkan dan mensuccikan mereka”(At. taubah: 103)
4. rukun islam: Puasa
Menurut dari syariat islam bahwa puasa Ramadhan berarti menahan diri dari minum dan makan serta apa perbuatan yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, dengan syarat tertentu, untuk bisa meningkatkan ketakwaan seorang muslim, Allah Berfirman:
“Hai orrang-orang yang berimann, diwajjibkan atas kammu berpuasa sebaggaimana diwajibbkan atas orrang-orrang sebelum kammu agar kammu bertakwa” (Surat Al Baqarah:183).
“Dan makan minummlah hingga terrang bagimu bennang putih dari bennang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakannlah puasa itu samppai (datang) mallam. (QS Al baqarah:187)
5. Rukun Islam: Naik Haji bagi orang yang mampu
Untuk rukun islam yang kelima ini, Allah telah mewajibkan pada setiap hambanya untuk bisa berHaji ke Baitullah mekkah sekali dalam seumur hidupnya.
Adapun pengertian Haji ialah berkunjung ke Baitullah Mekkah untuk dapat melakukan tawaf, Sa’i, wukuff di Araffah dan menjalankan amallan-amalan yang lainnya daam waktu tertentu untuk bisa memperoleh keridaan Allah Swt.
Adapun untuk syarat-syarat Haji terdapat 5 perkara yakni Islam, Baligh, berakkal sehat Merddeka dan Mammpu.
Demikianlah artikel tentang Rukun Iman dan Rukun Islam serta penjelasannya, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi anda yang sedang mencari cari artikel rukun iman dan rukun islam.

Rukun iman dan Rukun islam

 
Rukun iman dan Rukun islam adalah  salah satu pilar penting dalam agama islam yang harus dimiliki dan diamalkan sebagai seorang muslim, ibaratkan kita akan membangun rumah jika pondasi nya kurang otomatis ketika terjadi gempa akan rubuh,begitupula apabila kepribadian kita tidak diperkuat dengan rukun iman dan rukun islam apabila terjadi goncangan atau cobaan hidup pastilah akan goyang
أركان الإسلام خمسة : شھادة أن لاإله إلالله وأن محمد رسول لله وإقام الصلاة ،
وإيتاء الزكاة , و صوم رمضان ، وحج البيت من استطاع إليه
. سبيلا

" Adapun rukun - rukun Islam itu ada lima yaitu :
1.bersyahadat bahwa tiada Tuhan kecuali Alloh, dan
2.mendirikan sholat,
3.mengeluarkan zakat,
4.berpuasa di bulan Romadhon dan
5.berhaji ke Baitulloh bagi orang yg mampu akan perjalanannya. "
أركان الإيمان ستة: أن تؤمن بالله ، وملائكته، وكتبه ، وباليوم الآخر ، وبالقدر خيره وشره من الله تعالى

" Adapun rukun iman itu ada 6,
1.beriman kepada Alloh, dan
2.beriman kepada malaikat-malaikatnya Alloh, dan
3.beriman kepada kitab-kitabNya, dan
4.beriman kepada para Rasul Nya,
5.beriman kepada hari akhir, dan
6.beriman kepada takdir baik dan buruk dari Alloh SWT ".

Keutamaan bulan sya’ban



                   Keutamaan bulan sya’ban

Sahabat, tahukah kita bahwa ada satu bulan yang begitu istimewa namun sering kali kita lupakan? Ya, itulah bulan Sya'ban yang dalam masyarakat Jawa disebut bulan "Ruwah". Bulan Sya'ban ini bulan yang terletak di antara 2 bulan yang juga penuh dengan kemuliaan, yaitu bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Bulan Sya'ban seringkali dilupakan manusia karen terletak di antara dua bulan yang mulia yaitu bulan Rajab yang merupakan salah satu dari bulan Haram, dan juga Ramadhan yang merupakan bulan yang tidak perlu kita pertanyakan lagi kemuliaannya.
Sya'ban secara bahasa berasal dari kata Tasya’aba (bahasa Arab) yang berarti berpencar. Pada masa itu, kaum arab biasa pergi memencar, keluar mencari air. Bulan Sya’ban juga berasal dari kata Sya’aba yang berarti merekah atau muncul dari kedalaman karena ia berada di antara dua bulan yang mulia juga. Kalau di dalam masyarakat Jawa (khususnya Jawa Tengah dan Yogyakarta) bulan Sya'ban disebut juga bulan Ruwah yang berasal dari kata Arwah atau Ruh. Demikian ini dikarenakan masyarakat Jawa mempercayai bahwa pada bulan ini ruh atau arwah manusia yang telah meninggal akan "turun" ke dunia untuk menengok anak cucunya dan setelah selesai akan "naik" lagi ke alam akhirat. Proses "turun" dan "naik"nya arwah atau ruh ini terjadi di awal bulan Sya'ban dan di ahir bulan Sya'ban. Untuk itu di masyarakat jawa dikenal dengan adanya tradisi "Pudunan" (dari kata "mudun" yang artinya turun) di awal bulan Sya'ban dan juga tradisi "Punggahan" (dari kata "munggah" yang artinya naik) di akhir bulan Sya'ban.
Terlepas dari itu semua, akan tetapi ada hal yang lebih penting ntuk kita cermati dan kita perhatikan demi meraih kemanfaatan dari kemuliaan-kemuliaan yang dijanjikan Allah Swt kepada kita di bulan ini.
Apa saja kemuliaan-kemuliaan itu?
Puasa Sunnah di Bulan Sya'ban
Sahabat, Rasulullah Saw biasa memperbanyak puasa sunnah di bulan ini. Beliau hampir penuh puasa di bulan ini. Beliau hanya berbuka atau tidak berpuasa pada beberapa hari saja.
Dari Aisyah r.a beliau mengatakan, "Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, 'Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya'ban." (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Aisyah mengatakan,
"Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh." (H.R. Al Bukhari dan Msulim)
Aisyah mengatakan,
"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap hilal bulan Sya'ban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan Sya’ban sampai 30 hari." (HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i dan sanad-nya disahihkan Syaikh Syu'aib Al Arnauth).
Ummu Salamah radhiallahu 'anha mengatakan,
أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلاَّ شَعْبَانَ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ
"Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Sya’ban, kemudian beliau sambung dengan Ramadhan." (HR. An Nasa'i dan disahihkan Al Albani)
Hadis-hadis di atas merupakan dalil keutamaan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, melebihi puasa di bulan lainnya.
Puasa Sya'ban juga dilaksanakan oleh Rasulullah paling banyak diantara puasa sunah yang lain, karena berpuasa di bulan ini ibarat ibadah rawatib yang dibarengi dengan ibadah wajib yang sedang dikerjakan.
Niat Puasa Sya'ban
نويت صوم شهر شعبان سنة لله تعالى  
Lafal huruf: Nawaitu sauma syahri syahban lillahi ta'ala, Amin.
Artinya : Saya niat puasa bulan sya’ban, sunnah karena Allah ta’ala
Keistimewaan Sya’ban
Ternyata, puasa beliau ini mengandung hikmah yang luar biasa. Dari sisi fisik, ia merupakan persiapan bagi kita untuk menghadapi puasa di bulan Ramadhan yang sebulan penuh. Dari sisi spiritual, hadits berikut ini menyatakan rahasia hikmah di balik memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.
Dari Usamah bin Zaid, dia berkata, saya bertanya: "Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau (sering) berpuasa dalam satu bulan seperti engkau berpuasa di bulan Sya’ban?" Beliau bersabda: "Itu adalah bulan yang kebanyakan orang melalaikannya yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Yaitu bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada Allah, Tuhan seluruh alam. Maka aku ingin [ketika] amalanku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa." (Dinyatakan hasan oleh Al Albani dalam Shahih An Nasa’i, No. 2221; dishahihkan oleh Ibnu Huzaimah).
Betapa tergambar kedekatan Rasulullah akan pengawasan Allah dan keinginan beliau untuk selalu memberikan yang terbaik sebagai seorang hamba kepada Rajanya. Beliau ingin mengantarkan amal-amal kebaikan yang sedang menuju keharibaan Allah dalam kondisi terbaik, terhindar dari maksiat dan dosa. Dan hal ini dapat dicapai dengan puasa.
Hikmah Puasa di Bulan Sya’ban
Ustadz Ammi Nur Baits dalam konsultasi syariahnya menyatakan bahwa ulama berselisih pendapat tentang hikmah dianjurkannya memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, mengingat adanya banyak riwayat tentang puasa ini.
Pendapat yang paling kuat adalah keterangan yang sesuai dengan hadis dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya: "Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya'ban. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa." (HR. An Nasa’i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani)
Apa FAEDAH dari hadits di atas ....???
1. Bulan Sya'ban adalah bulan Mulia.
2. Pads bulan Sya'ban, amalan-amalan hamba DIANGKAT kepada Allah, bukan BUKU CATATAN AMAL DITUTUP.
3. Perbanyak PUASA SUNNAH pada bulan Sya'ban, tanpa penentuan tanggalnya.
Memperbanyak Ibadah di Malam Nisfu Sya’ban
Kemudian beliau menjelaskan tentang para ulama yang berselisih pendapat tentang status keutamaan malam Nisfu Sya’ban. Setidaknya ada dua pendapat yang saling bertolak belakang dalam masalah ini. Berikut keterangannya:
Pendapat pertama, tidak ada keuatamaan khusus untuk malam Nisfu Sya'ban. Statusnya sama dengan malam-malam biasa lainnya. Mereka menyatakan bahwa semua dalil yang menyebutkan keutamaan malam Nisfu Sya'ban adalah hadis lemah. Al Hafidz Abu Syamah mengatakan: Al Hafidz Abul Khithab bin Dihyah (dalam kitabnya tentang bulan Sya’ban) mengatakan, "Para ulama ahli hadis dan kritik perawi mengatakan, 'Tidak terdapat satupun hadis shahih yang menyebutkan keutamaan malam Nisfu Sya’ban'." (Al Ba’its ‘ala Inkaril Bida’, Hal. 33).
Syaikh Abdul Aziz bin Baz juga mengingkari adanya keutamaan bulan Sya'ban dan Nisfu Sya'ban. Beliau mengatakan, "Terdapat beberapa hadis dhaif tentang keutamaan malam nisfu Sya'ban, yang tidak boleh dijadikan landasan. Adapun hadis yang menyebutkan keutamaan shalat di malam Nisfu Sya'ban, semuanya statusnya palsu, sebagaimana keterangan para ulama (pakar hadis)." (At Tahdzir min Al Bida’, Hal. 11)
Pendapat kedua, terdapat keutamaan khusus untuk malam Nisfu Sya'ban. Pendapat ini berdasarkan hadis shahih dari Abu Musa Al Asy'ari radhiallahu 'anhu, dimana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya'ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Ibn Majah, At Thabrani, dan dishahihkan Al Albani).
Para Ulama berbeda pendapat. Sebagian mereka mendha’ifkannya (melemahkannya) dan sebagain yang lain menshahihkannya. Dan sekiranya hadits tersebut shahih, maka yang dimaksud dengan keutamaan tersebut adalah tidak mengamalkan dengan ritual ibadah tertentu atau dengan cara khusus.
Setelah menyebutkan beberapa waktu yang utama, Syaikhul Islam mengatakan, "…pendapat yang dipegangi mayoritas ulama dan kebanyakan ulama dalam Madzhab Hambali adalah meyakini adanya keutamaan malam Nisfu Sya'ban. Ini juga sesuai keterangan Imam Ahmad. Mengingat adanya banyak hadis yang terkait masalah ini, serta dibenarkan oleh berbagai riwayat dari para sahabat dan tabi'in…" (Majmu’ Fatawa, 23:123)
Ibn Rajab mengatakan, "Terkait malam Nisfu Sya'ban, dulu para tabi'in penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma'dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabi'in lainnya, mereka memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam itu…" (Lathaiful Ma’arif, Hal. 247).
Menjelang Malam Nisyfu Sya'ban, yang diperkirakan jatuh pada hari AHAD 23 JUNI 2013 ,banyak skali SMS/pesan singkat yg mengutip beberapa hadits berikut :
HADITS PERTAMA:
Doa Malaikat Jibril menjelang Nisfu Sya'ban : “Yaa ALLAH abaikanLah puasa umat Nabi Muhammad, apabila sebelum Ramadhan dia belum:
1.Memohon maaf kpd kedua orang tua jika keduanya masih hidup ..
2.Bermaafan antara suami-istri .
3.Bermaafan dgn keluarga, kerabat serta orang sekitar”.
Maka saat itu doa Malaikat Jibril diaminkan oleh Rasulullah sampai 3x, Amin..amin..amin..
HADITS KEDUA:
Rasulullah bersabda : "Barang siapa yang mengingatkan saudaranya tentang KEUTAMAAN Malam Nisfu Sya'ban kepada saudaranya, maka Allah MENGHARAMKAN SIKSA API NERAKA baginya"
Maka tahukah kita apa kedudukan ke-2 hadits di atas dlm KEABSAHANNYA ???
Ketahuilah,,,bahwa Kedudukan HADITS PERTAMA adalah TIDAK ADA ASAL USULNYA.
Dan kedudukan HADITS KEDUA adalah PALSU.
(Silakan merujuk kepada kitab "Silsilah al-Ahadits adh-Dha'ifah wal Maudhu'ah" karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani -rahimahullah-).
Padahal Rasulullah bersabda : "Barang Siapa yg membuat-buat perkataan atas namaku, (yang sama sekali) TIDAK PERNAH AKU UCAPKAN, maka hendaklah ia menyiapkan TEMPAT DUDUKNYA DI NERAKA" (HR... Ibnu Majah dan Ahmad bin Hambal)
Dan perlu Sahabat ketahui, Pada hari itu dan malam sebelumnya (Pertengahan Sya’ban), mayoritas kaum Muslimin akan merayakannya dengan ibadah - ibadah tertentu, biasanya di isi dengan pembacaan Surat Yasin tiga kali, berjamaah dengan niat semoga diberi umur panjang, diberi rizki yang banyak dan barokah, serta ditetapkan imannya . Dan ada pula shalat yang mereka namakan dengan shalat 100 raka’at, shaum, bersedekah, dzikir dan ritual - ritual ibadah lainnya. Untuk selanjutnya tergantung niatnya masing-masing.
Setelah itu, biasanya di lanjutkan pada shalat Awwabin atau shalat tasbih. kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama atau ada juga yang langsung makan-makan. Dan ternyata Nisfu Sya'ban tidak hanya dilakukan di Indonesia saja
Padahal perayaan dan ritual - ritual ibadah tersebut tidak ada satu pun dalil shahih yang dapat dijadikan sandaran yang menunjukkan disyari'atkannya ibadah - ibadah khusus tersebut.
Diantara riwayat yang dijadikan dalil adalah,
إذا كان ليلة النصف من شعبان فقوموا ليلتها و صوموا يومها
“Bila datang malam nishfu Sya’ban maka lakukanlah shalat Malam pada malam harinya & shaumlah pada siang harinya..".
Hadits ini derajatnya maudhu (palsu). Demikian juga hadits - hadits yang lainnya.
Allah Ta’ala berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku ridhai Islam itu sebagai agama bagimu.” (QS.Al-Ma’idah: 3). Lihat juga QS. An-Nisa:59-65 dan QS.Ali Imran:31.
Dan ayat ayat lain serta hadits hadits yang senada maknanya, seperti sabda Nabi, “Barangsiapa mengada adakan (sesuatu hal baru) dalam urusan (agama) kami, yang bukan merupakan ajarannya, maka akan tertolak.” (HR.al-Bukhari)
Ada bebebarap hadits Hasan dan Shahih yang berbicara seputar keutamaan malam Nishfu Sya’ban ini. Hadits-hadits dimaksud adalah:
Hadits 1
عن أبي موسى عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه, إلا لمشرك أو مشاحن)) [رواه ابن ماجه وحسنه الشيخ الألبانى فى صحيح ابن ماجه (1140)]
Artinya: “Dari Abu Musa, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah muncul (ke dunia) pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang dengki dan iri kepada sesama muslim.” (HR. Ibn Majah, dan Syaikh Albani menilainya sebagai hadits Hasan sebagaimana disebutkan dalam bukunya Shahih Ibn Majah no hadits 1140).
Adapula
“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)
Hadits 2
عن عبد الله بن عمرو عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((إن الله ليطلع إلى خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لعباده إلا اثنين: مشاحن, أو قاتل نفس)) [رواه أحمد وابن حبان فى صحيحه]
Artinya: “Dari Abdullah bin Amir, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah akan menemui makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, dan Dia mengampuni dosa hamba-hambanya kecuali dua kelompok yaitu orang yang menyimpan dengki atau iri dalam hatinya kepada sesama muslim dan orang yang melakukan bunuh diri.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban sebagaimana ditulisnya dalam buku Shahihnya).
Namun, Syaikh Syu’aib al-Arnauth menilai hadits tersebut hadits yang lemah, karena dalam sanadnya ada dua rawi yang bernama Ibn Luhai’ah dan Huyay bin Abdullah yang dinilainya sebagai rawi yang lemah. Namun demikian, ia kemudian mengatakan bahwa meskipun dalam sanadnya lemah, akan tetapi hadits tersebut dapat dikategorikan sebagai hadits Shahih karena banyak dikuatkan oleh hadits-hadits lainnya (Shahih bi Syawahidih).
Hadits 3
عن عثمان بن أبي العاص مرفوعا قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إذا كان ليلة النصف من شعبان نادى مناد: هل من مستغفر فأغفر له؟ هل من سائل فأعطيه؟ فلا يسأل أحد شيئا إلا أعطيه, إلا زانية بفرجها أو مشركا)) [رواه البيهقى]
Artinya: “Dari Utsman bin Abil Ash, Rasulullah saw bersabda: “Apabila datang malam Nishfu Sya’ban, Allah berfirman: “Apakah ada orang yang memohon ampun dan Aku akan mengampuninya? Apakah ada yang meminta dan Aku akan memberinya? Tidak ada seseorang pun yang meminta sesuatu kecuali Aku akan memberinya, kecuali wanita pezina atau orang musyrik.” (HR. Baihaki).
Dan ada juga
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Jika malam Nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, ‘Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).
Tiga hadits di atas menunjukkan adanya dalil keistimewaan malam nishfu sya’ban. Dari hadits-hadits tersebut kita dapat pula mengambil kesimpulan bahwa Allah sangat membenci orang-orang yang musyrik, pezina, bunuh diri (pembunuh), dan pendengki. Allah tidak akan memberi ampunan atau mengabulkan permohonan pada malam itu kepada golongan ini.
Tapi kalau untuk hadist ini sepertinya Lemah
Nabi Muhammad Saw bersabda: Siapa yang berpuasa pada hari Nishfu Sya’ban, ia memperoleh pahala seperti berpuasa dua tahun: tahun yang lalu dan tahun yang akan datang (Kanz al-‘Ummal 14:178, h. 38293). ( Filsafat Kompasiana)
Ahirnya...
Sahabat, demikian itulah sedikit dari pembahasan yang bisa saya sampaikan, apapun itu - terlepas dari berbagai perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan para ulama' kita - kita tetap harus saling menghargai tanpa harus saling menyalahkan dan mengkafirkan. Hendaklah setiap kita berhati - hati dalam beribadah. Tidak mengamalkannya kecuali berdasarkan dalil yang shahih.
Namun, untuk kelanjutannya Allah Maha Segalanya. Meminta dan memohonlah hanya pada-Nya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari intisari bacaan ini. Harapannya dengan demikian kita akan semakin memahami arti kemuliaan bulan Sya'ban ini yang salah satunya adalah sebagai "jembatan" bagi kita untuk menuju ke bulan Ramadhan. Atau juga bisa dimaknai sebagai bulan "pamanasan" untuk kita sebelum kita menjalani serangkaian kewajiban dan ritual ibadah kita di bulan Ramadhan.
Untuk itu tepatlah kiranya jika di bulan Sya'ban ini kita perbanyak ibadah kita serta kita intensifkan muhasabbah (instropeksi) diri kita. Menghitung dan mereview kembali apa-apa saja yang telah kita kerjakan di waktu-waktu sebelumnya. Sehingga dengan demikian kita akan mengetahui telah sampai di mana sebenarnya "posisi" kita saat ini ketika kita berniat berjalan menuju kepada-Nya. Dan harapan yang lain lagi, dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya di bulan Sya'ban ini, kita akan bisa menjalankan ibadah-ibadah kita di bulan Ramadhan nanti dengan lebih ikhlas dan khusyuk, sehingga tujuan Allah swt menjadikan bulan Ramadhan untuk kita agar bisa menjadi hamba yang bertakwa (la'allakum tattaquun) bisa terlaksana. Sesungguhnya kita tiada daya dan upaya. Selamat menyambut bulan suci Ramadhan. Semoga bermanfaat.
Aamiin Ya Robbal'alamiin.
Allahu'alam bisshowab...
Barokallahufikum.

Penjelasan Istihadha

                             Istihadho

       Dari sebagian wanita muslim masih banyak yang tidak mengenal darah istihadho. Dalam perhitung masa suci apabila haid datang sebelum masa suci berarhir maka daat di simpulkan bahwa darah yang keluar dari farji itu bukan darah haid melainkan darah istihadhah ( Darah Penyakit ) itu hanya perumpaan kecil yang sering kita temui masih banyak yang lainnya lagi.
Maka saya akan memaparkan sebagai kecil dari definisi ishadhah

        Menurut kitab safina Darah istihadhah ialah darah penyakit yang keluar dari faraj perempuan. Darah ini bukanlah merupakan darah haid atau darah nifas. Ia adalah sejenis darah penyakit. Seseorang perempuan yang ketika didatangi darah istihadhah, wajib berpuasa, bersembahyang dan boleh mengerjakan ibadah lain sama seperti orang lain yang tidak didatangi haid dan nifas.” Rumusan yang dapat dibuat berdasarkan pendapat di atas, istihadah merupakan darah yang keluar bukan pada masa haid dan nifas. Darah istihadah disifatkan sebagai darah penyakit. Untuk mengetahui darah istihadah ialah darah yang keluar dari rahim perempuan yang melebihi (15 hari dan malamnya) atau kurang (24 jam) dari tempoh haid dan nifas.

       Dari Aisyah ra berkata : “Fatimah Binti Abi Hubaisy telah datang menemui Nabi SAW dan berkata : Wahai Rasulullah, aku telah beristihadhah, oleh itu aku tidak suci, maka adakah aku perlu meninggalkan solat? Sabda Rasulullah SAW : Tidak, itu hanyalah darah penyakit dan bukan darah haid. Ketika kedatangan haid hendaklah engkau meninggalkan solat, dan apabila kadarnya telah berlalu, maka hendaklah engkau membasuh darah yang berada pada diri engkau dan hendaklah engkau bersolat.” (Riwayat Al-Bukhari)
           Darah ini membatalkan wuduk tetapi tidak mewajibkan wanita tersebut mandi hadas dan tidak wajib meninggalkan solat serta puasa. Oleh itu wanita yang keluar darah tersebut hendaklah membasuhnya, mengikat atau membalut tempat keluarnya dan hendaklah berwuduk setiap kali hendak solat fardhu. Faktor Istihadhah Wanita yang mengeluarkan darah istihadhah adalah disebabkan kestabilan kesihatan tubuh badan yang terganggu atau stamina tubuh tidak terjamin yang disebabkan oleh kerosakkan organ-organ atau kelenjar-kelenjar yang berada dipersekitaran rahimnya. Kadang kala boleh juga disebabkan oleh gangguan emosi wanita tersebut.

           Darah istihadhah ini mengalir secara berterusan dan kadang kala ia berlarutan sehingga beberapa minggu. Jika keadaan sebegini berterusan, maka lebih baik mendapatkan rawatan dan nasihat doktor dengan segera untuk mengetahui apa puncanya. Ciri-ciri Istihadhah Wanita umur sembilan tahun yang mengeluarkan darah. Wanita yang keluar darah melebihi batasan haid sebanyak 15 hari dan malamnya. Atau wanita yang mengeluarkan darah kurang dari 24 jam atau satu hari dan malamnya. Wanita yang mengeluarkan darah melebihi batasan masa nifas sebanyak 60 hari dan malamnya. Wanita didatangi darah sebanyak dua kali yang diselangi dengan masa suci kurang dari 15 hari dan malamnya. Hukum Istihadhah Tidak wajib mandi ketika ingin mengerjakan solat wajib ataupun sunat pada bila-bila masa. Kecuali satu kali ketika haidnya sudah berhenti. Orang Istihadhah wajib berwuduk setiap kali hendak mengerjakan solat. Hendaklah ia membasuh kemaluannya sebelum berwuduk dan kemudian ia menutup kemaluannya dengan sehelai kain atau kapas untuk menahan atau mengurangi najis daripada terus keluar. Jika cara ini tidak berjaya menahan darah istihadhah, maka hendaklah ia menyumbat atau mengikat kemaluannya supaya tidak bocor. Tidak menjadi halangan bagi suami yang ingin menjimak isterinya ketika istihadhah. Ini merupakan pendapat mejoriti para ulamak, kerana ia tidak mempunyai satu dalilpun yang mengharamkannya. Hukum wanita istihadhah sama sepertimana wanita yang suci daripada haid dan nifas. wanita istihadhah boleh mengerjakan solat, puasa, tawaf, membaca Al-Quran, menyertuh Al-Quran dan sebagainya.

Saturday, May 7, 2016

shalat tahhajud berserta manfaatnya

SHALAT TAHAJUD
A.Pengertian shalat tahajud
   Di dalam hadits yg Shohih ini Nabi shallallahu alaihi wasallam menerangkan kepada kita bahwa Qiyamul Lail atau sholat sunnah yang dikerjakan di malam hari seperti sholat Tahajjud dan Witir adalah sholat sunnah yang paling utama setelah sholat fardhu yang lima waktu.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم: أي الصلاة أفضل بعد المكتوبة؟ قال: (الصلاة في جوف الليل
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya: “Sholat apakah yang paling utama setelah sholat fardhu (yang lima waktu, pent) ?” beliau  menjawab: “Sholat yang paling utama  setelah sholat fardhu adalah sholat (sunnah) di tengah malam (sholat Tahajjud).”. (Diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari dan Muslim).
  Salat tahajjud adalah salat sunnat yang dikerjakan di malam hari setelah terjaga dari tidur. Salat tahajjud termasuk salat sunnat mu'akad (salat yang dikuatkan oleh syara'). Salat tahajjud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbata. Kemudian Waktu Mengerjakan Shalat Sunah Tahajud dilakukan hanya pada malam hari setelah Shalat Isya sampai masuk waktu shalat subuh dan Cara Shalat Tahajud sendiri dilakukan setelah anda tertidur atau bangun tidur walaupun tidur anda hanya sebentar sekali, Sehingga jika anda mengerjakan Shalat Sunah Tahajud ini sebelum anda tidur dahulu maka bisa dipastikan bahwa Shalat tersebut hanya shalat sunah biasa (witir) bukan Shalat Sunah Tahajud.
B.Keutamaan shakat tahajjud
   keutamaan sholat tahajud sendiri sangat begitu besar bagi yang ikhlas mengerjakannya, sebagaimana yang terdapat dalam beberapa hadist-hadist Nabi SAW sebagai mana disebutkan dalam al qur’an maupun hadist hadist Nabi Muhammad S A W sebagai berikut :
A.Dia Termasuk Golongan Orang Sholeh Dan Penyebab Masuk Surga
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan, (yakni) mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (Adz-Dzariyat: 15-18)

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali persaudaraan dan sholatlah ketika manusia terlelap tidur pada waktu malam niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat” (HR. Ibnu Majah, dishohihkan oleh Al Albani)

Terpelihara Dari Gangguan Setan Serta Sebagai Pembersih Jiwa
"Suatu hari pernah diceritakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang orang yang tidur semalam suntuk tanpa mengingat untuk sholat, maka beliau menyatakan: “Orang tersebut telah dikencingi setan di kedua telinganya ” (Muttafaqun ‘alaih)

Rasulullah SAW juga menceritakan: “Setan mengikat pada tengkuk setiap orang diantara kalian dengan 3 ikatan (simpul) ketika kalian akan tidur. Setiap simpulnya ditiupkanlah bisikannya (kepada orang yang tidur itu): “Bagimu malam yang panjang, tidurlah dengan nyenyak.” Maka apabila (ternyata) ia bangun dan menyebut nama Allah Ta’ala (berdoa), maka terurailah (terlepas) satu simpul . Kemudian apabila ia berwudhu, terurailah satu simpul lagi Dan kemudian apabila ia sholat, terurailah simpul yang terakhir. Maka ia berpagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Jika tidak (yakni tidak bangun sholat dan ibadah di malam hari), maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas (beramal shalih)” (Muttafaqun ‘alaih)
B.Tergolong Orang Yang Mendapat Rahmat Dari Allah SWT
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)

"Apabila seorang suami membangunkan isterinya di malam hari lalu mereka sholat berjama'ah dua raka'at niscaya mereka dicatat tergolong orang-orang yang banyak mengingat (Allah)." (HR. Abu Dawud)
C.Waktu Yang Mustajab Doa Dikabulkan
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: "Allah turun ke langit dunia setiap malam pada 1/3 malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepadakepada- Ku tentu Aku ampuni. Demikianlah keadaannya hingga terbit fajar" (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no.758)

Rasulullah SAW Bersabda: “Sesungguhnya di malam hari, ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)

Sabda lainnya: "Di waktu malam terdapat satu saat dimana Allah akan mengabulkan doa setiap malam.” (HR. Muslim No. 757)
D.Mendapat Tempat Yang Terpuji
Allah berfirman SWT: “Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)

"Semoga Allah menjadikan atas kamu shalatnya orang-orang yang banyak berbakti, mereka sholat di malam hari dan berpuasa di siang hari, mereka tidak mempunyai dosa dan tidak pula melakukan kejahatan." (HR. Abd al-Humaid dan Abd-Dhiyaa' al Maqdisi dan disahihkan oleh Syeikh al-Albani r.a - silsilah al-Ahadits ash-Shahiihah no:1810)

Penghapus Dosa Dan Penghalang Berbuat Salah
Rasulullah Saw bersabda: “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)
E.Dicintai Oleh Allah SWT
"Tiga golongan yang Allah mencintai dan tertawa kepada mereka serta memberi mereka berita gembira: orang yang manakala ada sekelompok pasukan terbuka peluang perang, dia berperang di belakang barisan pasukan itu dengan dirinya karena Allah SWT, (dia diantara satu dari dua pilihan) terbunuh atau dimenengkan oleh Allah SWT dan dicukupinya, maka Dia berkata : "Lihatlah kepada hamba-Ku ini, bagaimana ia bersabar dengan dirinya karena Aku. Orang yang mempunyai isteri yang cantik dan kasur yang lembut lagi bagus, lalu dia bangun sholat di malam hari, maka Allah berkata : Dia meninggalkan syahwatnya dan mengingat Aku, sekiranya dia mau tentunya dia tidur dan orang yang mana bila dia berada dalam perjalanan bersama para musafir yang bergadang lalu tidur maka dia bangun sholat di akhir malam baik dalam kondisi tidak senang atau senang." (HR. Thabrani)
C.Manfaat dari shalat Tahajjud
1.Dikabulkannya Doa-doa
    Setiap ummat yang melakukan shalaat tahajjud dengan ikhlas karna allah akan terkabul setiap permintaannya kepada Allah SWT. Seperti yang kita ketahuai, sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sesudah tidur terlebih dahulu karena arti kata tahajud adalah bangun pada malam hari. Paling utama, sholat tahajud yang dikerjakan pada sepertiga malam sampai menjelang masuk waktu sholat subuh. Pada waktu inilah Allah SWT mengabulkan doa-doa hambanya. Hal ini berdasarkan keterangan hadis Nabi:
"Perintah Allah turun ke langit di waktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru, adakah orang-orang yang memohon (berdoa) pasti akan kukabulakn, adakah orang yang meminta, pasti akan Kuberikan dan adakah yang mengharap ampunan, pasti akan kuampuni baginya sampai tiba waktu Subuh." (Al-Hadis).
2.Allah Mengangkat Derajat ke Tempat yang Terpuji
    Orang yang melakukan shalat tahajjud setiap malam dan ikhlas karna allah. Maka allah akan mengangkat derajat ummatnya itu ke tempat yang terpuji bagi nyaaa seperti yang telah di jelaskan pada firman allah swt . yang berbunyi

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (QS A1-Isra [17]: 79).
3.Mendekatkan Diri Kepada Allah
   yaitu akan menjadi jalan dimana seorang ummat akan merasa lebih dekat kepada ALLAH SWT, sang pencipta alam. Hal ini dikuatkan lewat keterangan hadis Rasullullah SAW :
Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam karena sholat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa." (HR. Tirmidzi, Al-Hakim, Baihaqi. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaa Al Ghalil).
Dalam riwayat yang lain, dikatakan bahwa Jibril pernah berkata kepada Rasulullah Saw:
"Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan sholat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain". (Silsilah Al-Hadis Ash-Shahihah).
4.Memperoleh berbagai Kemuliaan
   Allah swt akan memberbagai  kemulian bagi ummatnya. Sebagai mana nabi Muhammad saw bersabda :
"Barangsiapa melaksanakan sholat tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan: 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat."
5.Mengusir Penyakit dan Meningkatkan Kekebalan Tubuh
   Tanpa kita sadari bahwa sholat tahajud adalah obat yang paling ampuh untuk mengusir penyakit yang ada didlam tubuh kita  dan akan memberikan pengaruh pada meningkatnya sistem kekebalan tubuh. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Mohammad Shaleh. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa di saat yang sama ketika kekebalan tubuh sudah meningkat, otomatis segala penyakit yang menyerah akan musnah dengan sendirinya
6.Menjauhkan Diri dari Kelalaian Hati
   Di jelaskan di hadist sebagai berikut :
"Barang siapa mengerjakan sholat pada malam hari dengan membaca seratus ayat, maka ia tidak akan dicatat sebagai orang lalai. Dan apabila membaca dua ratus ayat, maka sungguh ia akan dicatat sebagai orang yang selalu taat dan ikhlas." (Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak).
7.Menang dalam Jihad Melawan Musuh
   Musuh terbesar dalam diri manusia adalah hawa nafsu. Melaksanakan sholat tahajud mungkin agak berat bagi sebagian orang karena melihat waktu pengerjaannya pada jam-jam dimana kita biasanya tertidur pulas. Godaan untuk melanjutkan tidur pastinya sangat besar di waktu tersebut. Maka dari itu, orang yang bangun dari tidurnya untuk melaksanakan sholat tahajud berarti ia telah berhasil melawan godaan dalam dirinya demi beribadah kepada Allah SWT.
8.Meringankan Lamanya Berdiri pada Hari Kiamat
   Maksudnya adalah meringankan kita ketika di hari kiamat. Sebagai yang disebutkan dalam hadist :
Barang siapa yang senang bila lamanya berdiri di hari kiamat diringankan oleh Allah, maka hendaklah ia memperlihatkan dirinya kepada Allah di malam hari dengan sujud dan berdiri mengingat hari akhir." (Ibnu Jarir Ath-Thabari, tafsir Ibnu Jarir).
9.Mencegah Perbuatan Dosa dan Menghapus Kejahatan
   Sebagai yang dijelaskan dalam hadist dibah ini :
"Hendakah kalian mengerjakan qiyaamullail, sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, mendekati diri kepada Allah Ta’ala, mencegah perbuatan dosa, menghapus kejahatan dan menangkal penyakit dari badan." (Diriwayatkan At-Turmudzi, Al-Hakim)
10.Muka Tampak Berkilau dan Bercahaya
    Tentang ini, pernah suatu ketika Hasan Al-Basri ra ditanya oleh seseorang, "Mengapa orang yang bertahajud di waktu malam memiliki muka yang bagus?". Hasan Basri menjawab: "Karena mereka menyendiri bersama Tuhan-nya pada malam hari, kemudian Allah memberikan kepada mereka sebagian dari cahaya-Nya." (Al-Maqrizi, Mukhtasar Qiyaamallail).
Dan di perjelas oleh Imam Ibnul Qayyim pernah berkata:
"Sesungguhnya sholat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya. Sebagian istri memperbanyak melaksanakan sholat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, ‘Sholat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang bila wajah kami menjadi lebih bagus".

11.Dapat Melancarkan Aliran Darah
    Bangun pada pukul 02.30 untuk melaksanakan sholat tahajud ternyata sangat bermanfaat bagi tubuh. Pada waktu tersebut, udara disekitar sangat segar bebas dari polusi. Pada saat itu juga, tubuh mempunyai kesempatan untuk menggerak-gerakkan seluruh otot yang membuat tubuh lebih segar dan aliran darah terasa lebih lancar.
12.Jaminan Masuk Surga
   Sebagai mana sabda Nabi Muhammad SAW sebagai berikut :
"Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali kasih, sholat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah surga dengan selamat". (HR. Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmidzi).
13.Dicintai Allah SWT
   Orang yang bertahajud, memilih bangun di tengah malam dan meninggalkan tidur yang nyaman demi untuk bersujud dihadapan sang pencipta. Segala pengampunan Allah akan diberikan pada orang bertahajud tersebut. Hal ini tentu saja disebabkan oleh Allah SWT telah mencintai mereka.
14.Penyelamat dari Siksa Neraka
   Tentang ini, Ibnu Umar r.a pernah meriwayatkan bahwa pada masa Rasulullah SAW, ketika seseorang bermimpi, ia akan menceritakan mimpi tersebut ke Rasulullah SAW. Aku pun berharap mendapat mimpi yang dapat kuceritakan kepada Rasulullah SAW. Dia berkata:
“Aku adalah seorang anak muda perjaka. Aku tidur di masjid pada Rasululullah Saw, maka aku bermimpi seakan-akan dua malaikat mengambilku dan membawaku ke neraka, ternyata ia adalah bangunan seperti bangunan sumur. Ia memiliki dua palang seperti palang sumur. Di dalamnya terdapat manusia yang telah aku kenal. Maka aku mulai mengucapkan, 'Aku berlindung dengan nama Allah dari neraka'. Kemudian seorang malaikat menemui keduanya, maka dia berkata kepadaku, 'Janganlah takut!' (Mimpi ini) aku ceritakan kepada Hafshah, maka Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah dan beliau bersabda, "Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah, andaikata dia mengerjakan sholat pada waktu malam." Salim berkata, 'setelah itu Abdullah tidak tidur pada malam hari kecuali hanya sebentar." (HR Bukhari dan Muslim).
15.Penyebab Husnul Khatimah
   Kita semua menyadari bahwa semua yang bernyawa pasti akan berpisah dan meninggalkan dunia ini menuju tempat abadi di akhirat. Sholat tahajud sanga bermanfaat bagi siapa saja yang mengerjakannya, karena sholat ini bisa membantu orang tersebut untuk mencapai husnul khatimah.
D. Niat shalat tahajjud berserta doanya